Archive for the ‘About Family’ Category

Happy Mother’s Day

Posted: 22 Desember 2011 in About Family, Sehari-hari

Ibu adalah orang yang sangat penting dalam hidup gue. Karena tanpa dia, gue gak mungkin ada di dunia ini. Perjuangan dan pengorbanannya buat ngelahirin gue, besarin gue sampai gue bisa nulis gini sungguh luar biasa. Gak ada seorang pun yang lebih mulia di hidup gue selain nyokap.

Mungkin gue berbeda dengan mereka, yang saat ini bisa menghabiskan hari ini, (22 Desember- Hari Ibu) bersama nyokap. Kalian beruntung masih bisa ngucapin “Selamat Hari Ibu” secara langsung sama nyokap kalian, nah gueeee…. Jangan ditanya, udah hampir 12 tahun gue gak pernah sama sekali denger suara nyokap gue. Apalagi ketemu dia, lihat wajahnya, senyumnya, bahkan gue nyaris lupa gimana kecantikan nyokap gue. Gue gak seberuntung kalian…

Gue kangen banget cium aroma tubuh nyokap, gue kangen ngerasain hangatnya pelukan nyokap. Gue gak ingat sama sekali kapan terakhir gue lakuin itu sama beliau. Gue gak ingat lagi, gimana aroma tubuhnya yang bermandikan peluh. Gue udah lupa, hangatnya pelukan ibu itu seperti apa. Yang gue tau, gue nyaman saat gue deket nyokap.

Ya Allah, jangan ambil semua memori yang tersisa di kepala ku tentang ibu ku,
Ku mohon biarkan aku mengingat semua yang pernah aku lalui bersamanya..
Biarkan aku mengenang semuanya…
Meski tak banyak, tapi aku harus selalu mengingat Ibu ku…
Aku tak ingin lupa betapa cantiknya “Malaikat ku” itu…
Walau tlah lama kau ambil dia dari ku, tapi aku tak akan pernah mampu lupa darinya…
Dia lah, wanita yang paling aku cintai,
Dia lah, Cinta pertama ku Ya Allah..

Jika tlah tiba waktunya nanti, aku ingin kembali bertemu dengan Ibu ku..
Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mecintainya..
Akan ku peluk erat tubuhnya, dan aku ku katakan betapa aku sangat merindukannya..

Selamat Hari Ibu Mak…
Tulus cinta ku hanya untuk mu Mak…

Iklan

Selamat Jalan My GrandMa!!!

Posted: 23 Maret 2011 in About Family

Semua yang hidup pasti akan mati tanpa terkecuali. Tak ada satu pun yang tau kapan kematian itu datang. Yang pasti sebagai manusia kita harus sudah siap menantinya. Dengan amalan yang cukup selama hidup didunia sebagai bekal bertemu Sang Maha Pencipta. Tak ada satu pun makhluk yang dapat menolaknya. Karena semua telah di tetapkan dalam garis takdir kita. Semua it adalan perjanjian kita dengan sang Khalik. Kapan kita akan mati semua sudah tergariskan.

Dan itu pula yang terjadi kini dengan Nenekku, satu-satunya nenek yang ku kenal. Karena ibu dari ayah ku sudah lama sekali meninggal. .

Katanya nenek meninggal pukul 2 pagi.. Saat kabar itu sampai ketelinga ku, aku sudah punya firasat akan hal ini.. Hanya ku tak tau kapan pastinya..

Sekitar seminggu yang lalu aku bermimpi gigi ku copot. Banyak yang bilang kalau mimpi kayak gini akan ada anggota keluarga yang meninggal. Awalnya aku tak percaya, ku anggap ini sebagai mimpi biasa, tapi 2hari yang lalu kakak ku bilang nenek lagi sakit. Pertanyaan pun terjawab, *ga bermaksud buat ngedoain, tapi ya feeling ku mengatakan nenek lah orangnya.

Entah ini hanya kebetulan atau memang setiap orang yang bermimpi gigi copot akan mengalami hal yang sama, aku tak tahu. Yang jelas kini ku hanya bisa berdoa agar nenek tenang disana. Semoga kubur beliau di lapangkan, dan semua amal ibadahnya di terima oleh Allah SWT. Amin

Sedih sekali rasanya tak bisa menemani nenek sampai saat terakhirnya. Bahkan saat pemakamannya pun ku tak bisa datang.. *ugh, maaf nek.. Kata-kata nenek yang tak bisa ku lupakan sebelum aku berangkat ke Bandung sampai saat ini, “Lah ka pai lo gau?? Puruakan lah ambo ka dalam tanah dulu ko..” Saat itu ku hanya bisa tersenyum mendengarnya.

Satu hal yang akan berbeda nanti saat aku pulang, tak ada lagi sosok yang cerewet itu, tak ada lagi ku dengar suaranya yang selalu menyuruhku makan tiap jam, tak ada lagi  wanita renta yang selalu duduk di kursi belakang itu..Yang ada hanya kenangan bersamanya.. Takkan pernah ku lupa..

Yang pasti kalau nenek ga ada, aku pasti juga tak ada di dunia ini. Kini nenek telah pergi menghadap Sang Pencipta, menyusul suaminya (alm M Danin) dan anak pertamanya, Ibuku, (almh Zidrawita). Kini mereka tlah berkumpul kembali, setelah lama berpisah. Begitu pun kami semua yang tinggal, akan menyusul..

Selamat Jalan Nenekku Sayang..
Aku pasti akan sangat merindukanmu..